ORI 012

reminder… seminggu lagi…

http://investasi.kontan.co.id/news/permintaan-ori-012-diprediksi-lebih-dari-rp-20-t

JAKARTA. Pemerintah bakal menawarkan surat utang ritel berdenominasi rupiah alias Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI-012 mulai 21 September hingga 15 Oktober mendatang. Analis memprediksi permintaan yang masuk dapat melebihi target indikatif sebesar Rp 20 triliun.

Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Anil Kumar menduga, permintaan yang masuk bagi ORI-012 dapat melambung hingga Rp 25 triliun. Ada beberapa aspek ORI-012 yang dapat menjaring investor.

Pertama, Anil memprediksi investor ORI-09 yang tenggat waktunya tahun ini akan mereinvestasikan dananya ke surat utang ritel seri terbaru.
Kedua, ORI-012 diluncurkan oleh pemerintah yang notabene bebas risiko (risk free) sehingga lebih terjamin.
Ketiga, pajak atas kupon ORI-12 sebesar 15% lebih rendah ketimbang pajak bunga deposito.

“Investor ORI-012 berasal dari domestik. Pengaruh pelemahan rupiah tidak akan berpengaruh banyak ke minat atau daya beli investor. Korelasinya lebih ke inflasi dalam negeri,” tuturnya.

Inflasi Indonesia per Agustus 2015 mencapai 0,39%. Sehingga, besar peluang target inflasi sepanjang tahun 2015 yang dipatok 4% (±1%) dapat terwujud.

Kendati pemerintah menetapkan holding period selama dua bulan bagi ORI-012, Anil menerawang sentimen tersebut kecil imbasnya terhadap minat investor.

“Selama imbal hasil menarik tidak masalah. Perbedaan satu bulan terlalu pendek,” paparnya.

Analis obligasi BNI Securities I Made Adi Saputra menerawang, permintaan yang masuk bagi instrumen surat utang ritel tersebut dapat berkisar Rp 21 triliun – Rp 22 triliun. Sebab, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan per Juni 2015 mencapai Rp 1.539,51 triliun, naik 0,69% ketimbang posisi akhir tahun lalu di kisaran Rp 1.582,51 triliun.

Namun, lanjut Made, kecil peluang pemerintah akan menerbitkan ORI-012 melebihi target indikatif. Sebab, biaya dana (cost of fund) surat utang ini terbilang mahal. Dengan besaran kupon segitu, maka pemerintah bisa meluncurkan SUN dengan tenor hingga 15 tahun – 20 tahun.

Penetapan kupon ORI-012 akan dilakukan pada 17 September 2015. Sedangkan penjatahan surat utang berlangsung pada 19 Oktober 2015. Surat utang ini akan meluncur pada 21 Oktober 2015. Investor bisa memesan ORI-012 melalui 21 agen penjual yang telah ditunjuk. Agen terdiri dari 17 bank dan empat sekuritas.

http://investasi.kontan.co.id/news/ori-012-meluncur-21-oktober-2015/2015/07/30

OBLIGASI RITEL
ORI-012 meluncur 21 Oktober 2015

Oleh Maggie Quesada Sukiwan – Kamis, 30 Juli 2015

JAKARTA. Ada kabar gembira bagi para investor. Pemerintah akan menerbitkan surat utang ritel berdenominasi rupiah alias Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI-012 pada tanggal 21 Oktober 2015 mendatang.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan menawarkan ORI-012 pada tanggal 21 September 2015 – 15 Oktober 2015.

“Kalau penetapan tingkat kupon pada tanggal 17 September 2015. Besaran kupon akan mempertimbangkan masukan para agen penjual,” ujar Direktur Surat Utang Negara DJPPR, Loto Srinaita Ginting. Sedangkan masa penjatahan surat utang ini jatuh pada tanggal 19 Oktober 2015.

Direktur Strategis dan Portfolio Utang DJPPR, Schneider Siahaan menuturkan, mereka berencana menerbitkan ORI-012 dengan nilai emisi Rp 20 triliun. Angka tersebut lebih rendah ketimbang penerbitan seri ORI-011 yang mencapai Rp 21,21 triliun.

Nantinya, para investor dapat membeli ORI-012 di 21 agen penjual. Mulai dari Bank ANZ, Bank Bukopin, BCA, CIMB Niaga, Citibank, Bank Danamon, Bank DBS, HSBC, BII, Bank Mandiri, BNI, OCBC NISP, Bank Panin, Bank Permata, BRI, Standard Chartered Bank, serta BTN.

Produk ini juga akan dijual di PT Danareksa Sekuritas, PT Reliance Securities Tbk., PT Sucorinvest Central Gani, dan PT Trimegah Securities Tbk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *