Beberapa Fakta Menarik Mengenai Sepatu Converse

Siapa yang tidak kenal dengan sepatu Converse? Apalagi Untuk anda para pecinta sneakers pastinya sepatu Converse merupakan sepatu yang pastinya masuk ke dalam rak sepatu anda. Sepatu yang memiliki desain klasik yang disukai hampir oleh semua orang. Walaupun banyak sekali sneaker yang dijual di pasaran, tapi sepatu Converse akan selalau ada dan menjadi perjalanan hidup untuk sebagian orang.

Converse sendiri merupakan sebuah brand sepatu ternama yang dirintis oleh Marquis Mills Converse pada di tahun 1908. Pada awalnya Converse bukan diproduksi dalam bentuk canvas shoes seperti sekarang ini, melainkan dalam bentuk wintersized shoes yang bersol sangat tebal dan anti slip. Karena khususnya Converse saat itu memang menjadi perusahaan dengan sepatu bersol yang anti slip, 7 tahun kemudian, barulah Converse memproduksi canvas shoes yang bertahan sampai saat ini. Ada beberapa kisah menarik dan juga kehebatan dari sepatu ini.

Converse All Star merupakan satu-satunya design sepatu yang bertahan hampir 100 tahun. Saat brand sepatu yang lainnya merubah desain dan terus berinovasi, bahkan hampir setiap tahunnya melakukan perubahan model. Converse masih tetap setia pada desainnya selama satu abad. Model ini memberikan pemasukan yang besar untuk perusahaan, mereka pernah membuat model lain pada tahun 1990 namun malah dikecam serta dikritik oleh penggemar berat all-star klasik.

Chuck Taylor merupakan atlit basket yang mempopulerkan sepatu Converse, bahkan dia sendiri yang menambahkan logo bintangnya pada sepatu Converse All Star. Walaupun namanya sangat melekat pada Converse All Star, Chuck Taylor sendiri tidak pernah menerima komisi dari Converse sendiri, namun Chuck Taylor mendapatkan gaji dari perusahaan Converse dengan harga yang cukup tinggi. Model Chuck Taylor dulunya hanya tersedia dengan potongan rendah di bawah mata kaki yang dikenal dengan Converse Oxford yang diperkenalkan pada pasar di tahun 1957.

Cabang olah raga Basket pertama kali ditandingkan pada skala Olimpiade di tahun 1936 di Berlin, Jerman. Negara yang bertanding kala itu berjumlah 23 negara. Di antaranya adalah Amerika, Polandia, Kanada, Peru, Uruguay, Filipna dan juga Meksiko. Pada pertandingan pertama ini, Amerika mendapatkan mendali emas pertama di Olimpiade Basket, dan hampir semua anggota teamnya memakai sepatu Converse.

Keberhasilan Converse dalam industri sepatu mengalami kejatuhan, setelah selama 50 tahun mereka sangat populer di Amerika Serikat. Bisnis mereka mengalami penurunan di tahun 1970, hal ini dikarenakan semakin banyaknya kompetitor serta banyaknya hutang dari perusahaan Converse nya sendiri. Namun pada tahun 2003 perusahaan ini diselamatkan oleh Nike di saat hampir bangkrut. Nike membeli Converse seharga 305 juta, kemudian pabrikan mereka dipindah dari Amerika Serikat ke negara-negara seperti China, India, Vietnam dan juga Indonesia.

Pada tahun 2011 Converse meluncurkan Rubber Track yang merupakan studio rekaman yang terletak di Broklyn New York. Hal ini dikarenakan Converse mengapresiasi dan juga menghargai individu-individu bertalenta seni melebihi apapun. Strategi ini dilakukan oleh Converse untuk masuk ke indutri musik. Dan Rubber Track ini bisa digunakan oleh band manapun yang ingin melakukan rekaman tanpa harus mengeluarkan uang. Sepatu Converse yang belel dan lusuh merupakan ciri khas anak-anak punk Amerika. Walaupun sepatu Converse masih merupakan sneakers untuk pemain basket namun band band seperti Ther Ramones, Nirvana dan lain-lain memilih Converse sebagai sepatu yang mereka pakai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *