Nabung Emas di Pegadaian

Maksud hati buka www.pegadaian.co.id mau cari tau tentang aplikasi Sahabat Pegadaian, eh kok mata malah tertancap ke banner tabungan emas. :))

Banner Tabungan Emas di Pegadaian

Banner Tabungan Emas di Pegadaian

Diriku pernah tau tentang gadai emas (yang konvensional) maupun investasi emas (yang Mulia dan Konsinyasi Emas).

Semasa kuliah, pernah ngegadai emas untuk bayar SPP. :”( Gadai emas itu pinjaman uang dengan agunan perhiasan emas atau emas batangan. Pegadaian emas, khususnya perhiasan, kayaknya paling favorit saat itu.

Contoh Surat Bukti Kredit di Pegadaian

Contoh Surat Bukti Kredit di Pegadaian

Ketika kerja, sempat pengen coba investasi emas. Tapi batal karena waktu itu duitku masih terpakai untuk macam-macam keperluan lain. ūüėÄ

Mulia itu kita bisa beli emas batangan secara tunai atau cicilan.

Kalo Konsinyasi Emas, emas batangan kita yang dititip di Pegadaian “dipinjam” oleh Pegadaian untuk stok penjualan. Nanti “dibalikin” plus bagi-hasil penjualan.

Nah, baca-baca di situsnya, Pegadaian Tabungan Emas ini kayak tabungan biasa. Bedanya, uang yang ditabung langsung dikonversi dalam berat emas seharga yang berlaku pada hari setoran itu.

Pegadaian Tabungan Emas ini jadi makin menarik perhatianku karena penabung bisa beli emas dengan harga terjangkau; mulai dari berat 0,01 gram.

Katakanlah harga emas Antam hari ini Rp 549.000 per gram, berarti diriku cuma setor Rp 5490 untuk beli 0,01 gram itu. Warbiyasak kannn…

Setelah sekarang jadi stay-at-home-mom yang ber-“penghasilan” hanya dari kelebihan uang belanja yang ala kadarnya, ini kudu dijajal… :))

Update 29/05/2016:

Ngelewatin Jl Bhayangkara, Alam Sutra, eh kok lihat ada kantor Pegadaian. Maksain mampir, tapi rupanya tutup untuk istirahat. *tepok jidat*

Catet deh. Tiap hari Jumat, jam istirahatnya dari jam 11.30 sampai 13.00 WIB.

Ya wis. Kapan-kapan deh…

Update 07/06/2016:

Baru sempat lagi bertandang ke kantor Pegadaian. Kali ini menyambangi yang di Pasar 8, Alam Sutra.

Kata mbaknya, bisa sih buka rekening Tabungan Emas di situ. Tapi prosesnya agak lama karena kudu otorisasi dulu ke kantor cabang – yang kudatangi rupanya kantor unit pelayanan. Kalau mau lebih cepat, mending langsung aja ke kantor cabang.

Kebetulan lokasi kantor cabangnya dekat situ juga, di Ruko Sutera Niaga, Jl Raya Serpong, kuputuskan langsung ngacir aja ke sana. ūüėÄ

Proses pembukaan Tabungan Emas gampang-pake-banget. Cuma ngisi formulir pembukaan rekening Tabungan¬†Emas, dengan melampirkan identitas diri (KTP/SIM/Passpor)¬†yang¬†masih¬†berlaku. Nanti mbaknya yang fotokopikan. ūüėÄ Siapkan juga biaya¬†administrasi¬†sebesar¬†Rp¬†5000¬≠.

Oya, kalo gak bawa materai sendiri, siapkan Rp 7000 lagi untuk biaya materai.

Kalo langsung nabung minimal 1 gram, ada biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp 30.000­.

Pembelian emas disarankan dalam kelipatan 0,01 gram, dengan konversi sesuai harga emas hari ini. Jadi misalnya beli 0,1 gram, dengan konversi harga Rp 547.000 per gram, maka serahkan duit Rp 54.700.

Tapi gak apa juga sih kalau mau setor uang seadanya, seperti aku yang kebetulan di dompet tinggal selembar 50 ribu rupiah. :D. Dengan konversi harga Rp 547.000 per gram, maka setoran perdanaku adalah 0,09 gram. Yeeeyyy…

Ini buku Pegadaian Tabungan Emas-ku.

Ini buku Pegadaian Tabungan Emas-ku.

Oya, katanya bisa setor di kantor Pegadaian mana pun. Tapi print buku hanya di kantor tempat membuka rekening. Jadi, simpan baik-baik bukti setornya. Hmmm…

Gimana kalau mau ngambil tabungan?

Kalo mau ngambil dalam bentuk fisik emas batangan, bayar biaya cetak dulu sesuai kepingan yang dipilih. Oya, pilihan kepingnya bisa 5 gram, 10 gram, 50 gram atau 100 gram. Saat ini biaya cetaknya dari Rp 113.000 untuk keping 5 gram sampai Rp 1.300.000 untuk keping 100 gram.

Nah, kalo mau ngambil dalam bentuk uang tunai, saldo emas “dijual” dulu ke Pegadaian. Syaratnya, buyback ini minimal 1 gram. Nanti kita terima uang tunai sebesar konversi harga emas pada hari tersebut.

Untuk saat ini, transaksi jual dan cetak emasnya hanya dilayani di kantor tempat pembukaan rekeningnya. Jangan lupa bawa buku tabungan dan identitas diri yang asli.

Noted.

Semoga kali ini bisa niat nabungnya bisa bertahan deh. Sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *